10.2 C
New York
Rabu, April 14, 2021

Terbaru

Ayanaz Gedongsongo Bandungan, Tampil Unik dengan 35 Spot Menarik

Ayanaz Gedongsongo Bandungan merupakan salah satu destinasi wisata yang hadir dengan ragam spot kekinian. Destinasi wisata ini masih satu...

Ide Jualan Makanan Online Paling Laris dan Menguntungkan

Jualan makanan online paling laris memang banyak sekali dan menguntungkan bagi anda. Terlebih dengan kehadirannya internet tentu jauh lebih mudah untuk menjangkau...

Tips Kelola Bisnis Kuliner Pinggir Jalan Bagi Pemula Agar Laris Manis

Tips kelola bisnis kuliner pinggir jalan, dapat menjadi pengetahuan penting bagi anda yang berencana untuk membuka usaha makanan di pinggir jalan.

Indahnya Taman Fathan Alesano dengan Spot yang Begitu Instragamable

Taman Fathan Alesano adalah salah satu tempat nongkrong terbaru dan anda dapat menikmati pemandangan alam view dari Gunung Salak yang asri. Tempat...

7 Kendaraan Luar Biasa Yang Belum Pernah Kamu Lihat

Berbagai pabrikan mulai berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi pada produk mereka masing-masing, salah satunya nih jenis kendaraan ATV. Hal ini dilakukan untuk mendukung...

Heha Ocean View Jogja, Spot Menarik untuk Nikmati Laut Selatan Jawa

HeHa Ocean View Jogja merupakan salah satu destinasi wisata baru yang menawarkan berbagai spot wisata paling hits. Destinasi wisata...

Korupsi di Indonesia Dari Masa ke Masa

Rabu, April 14, 2021

Banyak orang yang mengacu pada orde baru sebagai era dimana korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela.

Dan era reformasi adalah waktu dimana korupsi semakin diberantas.

Namun bila kita memperhatikan lebih dalam, perilaku yang kita anggap sebagai korupsi ternyata sudah berlangsung sangat lama bahkan jauh sebelum Indonesia ada sebagai Negara.

Pada era sebelum kolonialisme sistem feodalisme memberikan seorang Raja kekuasaan penuh atas tanah dan manusia dikerajaannya.

Namun seorang Raja tidak dapat mengatur semua tanah yang ada, maka dari itu dia memberikan hak mengelola tanah tersebut kepada para bangsawan lokal yang kemudian akan menunjuk kepada beberapa kepala desa untuk mengatur masyarakat sekitar.

Kepala desa juga berperan dalam memungut pajak serta sebagian besar dari hasil tanah yang dikerjakan masyarakat awam.

Dengan system seperti ini sebagian besar dari tanah yang dikerjakan akan dipungut oleh penguasa local, sebagian lagi oleh penguasa yang lebih tinggi dan seterusnya.

Tentu saja masyarakat akan mendapatkan segelintir, sementara semakin tinggi pangkatmu semakin banyak juga hak yang kamu dapatkan.

Kadangkala terjadi transaksi secara informal, yakni bukan dalam bentuk pajak melainkan dalam bentuk hadiah.

Tak jarang seseorang dengan status yang lebih rendah memberikan hadiah dan persembahan yang melebihi dari yang seharusnya kepada mereka dengan status yang lebih tinggi dengan harapan mendapatkan hubungan yang lebih dekat dan kenaikan status.

Mungkin hal ini terdengar seperti suap tetapi pada masa ini korupsi yang kita ketahui sekarang bukanlah hal yang dianggap buruk bahkan merupakan sebuah norma masyarakat.

Lagipula pengusa tidak perlu bertanggung jawab akan penggunaan kekayaan kerajaan pada masyarakat melainkan hanya pada Atasannya atau Raja.

Dengan kedatangan Belanda sistem feodalisme justru semakin diperkuat, alih-alih menaklukkan seluruh kerajaan di Nusantara, Belanda cenderung menjalin kerjasama dengan mereka.

Pertama, Raja dapat memberikan sepetak tanah untuk dikelola oleh pihak asing, dimana Raja akan mendapatkan bagian dari hasil yang dikelola.

Kedua, Raja juga dapat menaikkan pajak yang dipungut ke masyarakat untuk dibagikan kepihak asing dengan ganti hadiah-hadiah lain dari mereka.

Dengan system ini berlangsung bertahun-tahun para penguasa mengumpulkan kekayaan yang tak sedikit, hidup bermewah-mewahan, meskipun masyarakat biasa hanya hidup seadanya.

Perusahaan Belanda seperti VOC dapat meraup kekayaan yang melewati gabungan kekayaan antara Microsoft, Aplle dan Facebook.

Hal ini berubah pada tahun 1800 ketika penyalahgunaan keuangan yang berlangsung dengan demikian lamanya, mengakibatkan VOC mengalami kebangkrutan. Setelah VOC bangkrut, perilaku Pemerintahan Belanda menjadi semakin Interventif dan Otoriter, Inilah yang memberikan pondasi bagi perjuangan Kemerdekaan INDONESIA.

Ketika memproklamirkan Kemerdekaannya, Indonesia justru dihadapkan dengan tantangan politik yang lebih besar. Untuk pertama kalinya terjadi vakum kekuasaan di Indonesia setelah ditinggalkan oleh Belanda.

Soekarno pun diharuskan menggalang persatuan dan mencegah disintegrasi Bangsa Indonesia dari gerakan separatis yang hendak mendirikan Negara sendiri, atau menentang pemerintahan pusat.

Hanya saja menggalang persatuan membutuhkan kesetiaan politik yang didapatkan melalui sebuah transaksi.

Bayangkanlah dunia politik menjadi sebuah pasar, ada penjual dan ada pembeli.

Komoditas yang ditawarkan siPenjual adalah kesetiaan politik, sesuatu yang sangat diperlukan oleh pemerintahan pusat.

Dalam konteks Kemerdekaan Indonesia, bahwa terdapat dua tipe penjual di Indonesia yakni Coercive Enterpreneur (Mereka yang dapat memobilisasi kekuatan fisik untuk mengadakan perlawanan)  dan mereka yang dapat menggalang masyarakat untuk mendukung sebuah kebijakan atau pemimpin tertentu.

Inilah awal dari persoalan, tanpa mendapat dukungan dari kedua tipe penjual tersebut persatuan tidak akan dicapai, akan tetapi mereka juga tidak akan memberiikan kesetiaan mereka secara cuma-Cuma, terkadang mereka meminta hak-hak khusus dan alokasi kekayaan tertentu yang mungkin sekarang kita kenal dengan praktik KORUPSI.

Akibatnya korupsi menjadi praktik yang dilembagakan, memang kesadaran akan bahaya korupsi dan pentingnya pemerintahan yang bersih sudah dipikirkan oleh Pendiri Bangsa namun korupsi merupakan sebuah hal yang terpaksa dilakukan.

Contohnya, didalam buku The Army and Politics in Indonesia (Harold Crouch) menggambarkan situasi ekonomi semasa revolusi.

Karena kurangnya dana dan operasional untuk upah, satuan militer di daerah-daerah terpaksa harus menjalankan bisnis mereka sendiri, dimana belum ada mekanisme yang memastikan keuangan dipakai dengan benar.

Kondisi ekonomi yang buruk juga membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak dapat bertahan hidup dan mengandalkan Gaji semata, dan mendorong mereka mengambil cara lain dalam meningkatkan penghasilan.

Soekarno kemudian digantikan oleh Soeharto.

Namun korelasi ini justru bertahan, yang membedakannya dengan Soekarno adalah Soeharto mendasari praktik ini dengan tujuan pembangunan dan kestabilan Nasional.

Untuk menjaga kekuasaanya Soeharto menggunakan kombinasi antara KOERSI bagi mereka yang menentangnya, namun juga IMBALAN bagi mereka yang setia.

Demi melakukan pembangunan, Pemerintah memberikan hak khusus dari segi pinjaman, hak tanah dan hak impor bagi sekelompok elit bisnis atau yang biasa disebut sebagai kroni untuk melebarkan bisnis mereka.

Tak jarang keuangan Negara digunakan untuk kepentingan pribadi dari Soeharto maupun Kroninya.

Korupsi di Indonesia Dari Masa ke Masa | Korupsi pt. 2

Sumber Artikel : HIPOTESA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Posts

Ayanaz Gedongsongo Bandungan, Tampil Unik dengan 35 Spot Menarik

Ayanaz Gedongsongo Bandungan merupakan salah satu destinasi wisata yang hadir dengan ragam spot kekinian. Destinasi wisata ini masih satu...

Ide Jualan Makanan Online Paling Laris dan Menguntungkan

Jualan makanan online paling laris memang banyak sekali dan menguntungkan bagi anda. Terlebih dengan kehadirannya internet tentu jauh lebih mudah untuk menjangkau...

Tips Kelola Bisnis Kuliner Pinggir Jalan Bagi Pemula Agar Laris Manis

Tips kelola bisnis kuliner pinggir jalan, dapat menjadi pengetahuan penting bagi anda yang berencana untuk membuka usaha makanan di pinggir jalan.

Indahnya Taman Fathan Alesano dengan Spot yang Begitu Instragamable

Taman Fathan Alesano adalah salah satu tempat nongkrong terbaru dan anda dapat menikmati pemandangan alam view dari Gunung Salak yang asri. Tempat...

Segala Hal Yang Dibuat Sang Pencipta Yang Tidak Kamu Ketahui

Ini hanya sebagian kecil tentang apa yang akan menunggumu dalam video ini, Segala hal yang dibuat Sang Pencipta yang mungkin belum pernah...

Bagaimana Para Ilmuwan Menciptakan Hewan?

Dunia sepertinya bisa terus berputar karena keberadaan ilmuwan dan penemuannya. Tanpa adanya mereka, umat manusia akan kehilangan banyak hal. Dan memang, kita...

Bagaimana jika kita dilahirkan di luar angkasa

Semenjak astronot pergi keluar angkasa 60 tahun yang lalu telah lebih dari 500 orang melucur ke atmosfer bumi. Mereka hidup dan bekerja...

Kapal Terbesar di Dunia

Kalau ditanya kapal apa yang paling besar di dunia, pasti jawabannya nggak akan jauh dari Titanic kan?. Enggak salah sih … Kapal...

10 Tempat Menakjubkan yang Ditinggalkan Manusia

Pernahkah Terpikirkan, apa jadinya kalau tempat yang dulunya ramai, pernah menjadi saksi sejarah atau bahkan peradaban manusia tetapi kini telah ditinggalkan?.

Teknologi Perbaikan Jalan yang Tak Terbayangkan Sebelumnya

Halo semuanya! Masalah jalan berlubang menjadi problem tersendiri bagi Sebagian besar negara berkembang, keberadaan lubang di tengah jalan tentu...

12 Bongkahan Emas Terbesar dan Termahal yang Pernah Ditemukan

Halo semuanya! Emas adalah logam mulia yang pasti semua orang tahu, kan? Apakah kamu ingin...