10.2 C
New York
Sabtu, Juli 4, 2020
loading...

Terbaru

7 Sepeda Keren dan Luar Biasa Super Cepat

Sepeda itu merupakan salah satu kendaraan yang sering dijadikan alat untuk berolahraga, selain itu Sepeda juga sering dijadikan kendaraan transportasi kan.? Selain...

9 Tas Futuristik Dengan Fitur Canggih

Backpack ataupun ransel merupakan tas yang memudahkan saat kamu melakukan berbagai aktivitas mulai dari sekolah, kuliah, bekerja hingga travelling. Semua kegiatan tersebut...

14 Sarang Burung Paling Indah Dan Unik Di Dunia

Tanpa kamu sadari hewan-hewan di sekitar kita berbakat menjadi arsitek, lho!. Hal ini terbukti dari sarangnya yang memiliki desain keren dan mengagumkan...

Penemuan Misterius Tak Masuk Akal Ditemukan Arkeologi

Beberapa penemuan terkadang terlalu janggal untuk dijelaskan, walaupun mungkin perlu waktu yang cukup lama. Terkadang bahkan berabad-abad lamanya untuk menjelaskannya. Bayangkan jika...

9 Drone Terkecil Didunia, Ada yang Seukuran Serangga Lho..

Drone merupakan pesawat mini yang dapat digunakan untuk mengambil gambar maupun video. Mulanya drone hanya digunakan oleh pihak militer dan pemerintahan untuk...

Apa Jadinya Bila Bumi Kehilangan Oksigen Selama 5 Detik?

Kita semua tahu, oksigen merupakan sumber pokok untuk membuat kita semua tetap bertahan hidup. Apa yang kita hirup untuk bernafas adalah oksigen....

Korupsi di Indonesia Dari Masa ke Masa

Sabtu, Juli 4, 2020
- Advertisement -
loading...

Banyak orang yang mengacu pada orde baru sebagai era dimana korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela.

Dan era reformasi adalah waktu dimana korupsi semakin diberantas.

Namun bila kita memperhatikan lebih dalam, perilaku yang kita anggap sebagai korupsi ternyata sudah berlangsung sangat lama bahkan jauh sebelum Indonesia ada sebagai Negara.

Pada era sebelum kolonialisme sistem feodalisme memberikan seorang Raja kekuasaan penuh atas tanah dan manusia dikerajaannya.

Namun seorang Raja tidak dapat mengatur semua tanah yang ada, maka dari itu dia memberikan hak mengelola tanah tersebut kepada para bangsawan lokal yang kemudian akan menunjuk kepada beberapa kepala desa untuk mengatur masyarakat sekitar.

Kepala desa juga berperan dalam memungut pajak serta sebagian besar dari hasil tanah yang dikerjakan masyarakat awam.

Dengan system seperti ini sebagian besar dari tanah yang dikerjakan akan dipungut oleh penguasa local, sebagian lagi oleh penguasa yang lebih tinggi dan seterusnya.

Tentu saja masyarakat akan mendapatkan segelintir, sementara semakin tinggi pangkatmu semakin banyak juga hak yang kamu dapatkan.

Kadangkala terjadi transaksi secara informal, yakni bukan dalam bentuk pajak melainkan dalam bentuk hadiah.

Tak jarang seseorang dengan status yang lebih rendah memberikan hadiah dan persembahan yang melebihi dari yang seharusnya kepada mereka dengan status yang lebih tinggi dengan harapan mendapatkan hubungan yang lebih dekat dan kenaikan status.

Mungkin hal ini terdengar seperti suap tetapi pada masa ini korupsi yang kita ketahui sekarang bukanlah hal yang dianggap buruk bahkan merupakan sebuah norma masyarakat.

Lagipula pengusa tidak perlu bertanggung jawab akan penggunaan kekayaan kerajaan pada masyarakat melainkan hanya pada Atasannya atau Raja.

Dengan kedatangan Belanda sistem feodalisme justru semakin diperkuat, alih-alih menaklukkan seluruh kerajaan di Nusantara, Belanda cenderung menjalin kerjasama dengan mereka.

Pertama, Raja dapat memberikan sepetak tanah untuk dikelola oleh pihak asing, dimana Raja akan mendapatkan bagian dari hasil yang dikelola.

Kedua, Raja juga dapat menaikkan pajak yang dipungut ke masyarakat untuk dibagikan kepihak asing dengan ganti hadiah-hadiah lain dari mereka.

Dengan system ini berlangsung bertahun-tahun para penguasa mengumpulkan kekayaan yang tak sedikit, hidup bermewah-mewahan, meskipun masyarakat biasa hanya hidup seadanya.

Perusahaan Belanda seperti VOC dapat meraup kekayaan yang melewati gabungan kekayaan antara Microsoft, Aplle dan Facebook.

Baca juga :  Menyelami Sejarah Keindahan Wisata Taman Sari Jogja

Hal ini berubah pada tahun 1800 ketika penyalahgunaan keuangan yang berlangsung dengan demikian lamanya, mengakibatkan VOC mengalami kebangkrutan. Setelah VOC bangkrut, perilaku Pemerintahan Belanda menjadi semakin Interventif dan Otoriter, Inilah yang memberikan pondasi bagi perjuangan Kemerdekaan INDONESIA.

Ketika memproklamirkan Kemerdekaannya, Indonesia justru dihadapkan dengan tantangan politik yang lebih besar. Untuk pertama kalinya terjadi vakum kekuasaan di Indonesia setelah ditinggalkan oleh Belanda.

Soekarno pun diharuskan menggalang persatuan dan mencegah disintegrasi Bangsa Indonesia dari gerakan separatis yang hendak mendirikan Negara sendiri, atau menentang pemerintahan pusat.

Hanya saja menggalang persatuan membutuhkan kesetiaan politik yang didapatkan melalui sebuah transaksi.

Bayangkanlah dunia politik menjadi sebuah pasar, ada penjual dan ada pembeli.

Komoditas yang ditawarkan siPenjual adalah kesetiaan politik, sesuatu yang sangat diperlukan oleh pemerintahan pusat.

Dalam konteks Kemerdekaan Indonesia, bahwa terdapat dua tipe penjual di Indonesia yakni Coercive Enterpreneur (Mereka yang dapat memobilisasi kekuatan fisik untuk mengadakan perlawanan)  dan mereka yang dapat menggalang masyarakat untuk mendukung sebuah kebijakan atau pemimpin tertentu.

Inilah awal dari persoalan, tanpa mendapat dukungan dari kedua tipe penjual tersebut persatuan tidak akan dicapai, akan tetapi mereka juga tidak akan memberiikan kesetiaan mereka secara cuma-Cuma, terkadang mereka meminta hak-hak khusus dan alokasi kekayaan tertentu yang mungkin sekarang kita kenal dengan praktik KORUPSI.

Akibatnya korupsi menjadi praktik yang dilembagakan, memang kesadaran akan bahaya korupsi dan pentingnya pemerintahan yang bersih sudah dipikirkan oleh Pendiri Bangsa namun korupsi merupakan sebuah hal yang terpaksa dilakukan.

Baca juga :  Covid-19 Sudah Menyebar Ke Berbagai Provinsi Di Indonesia

Contohnya, didalam buku The Army and Politics in Indonesia (Harold Crouch) menggambarkan situasi ekonomi semasa revolusi.

Karena kurangnya dana dan operasional untuk upah, satuan militer di daerah-daerah terpaksa harus menjalankan bisnis mereka sendiri, dimana belum ada mekanisme yang memastikan keuangan dipakai dengan benar.

Kondisi ekonomi yang buruk juga membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak dapat bertahan hidup dan mengandalkan Gaji semata, dan mendorong mereka mengambil cara lain dalam meningkatkan penghasilan.

Soekarno kemudian digantikan oleh Soeharto.

Namun korelasi ini justru bertahan, yang membedakannya dengan Soekarno adalah Soeharto mendasari praktik ini dengan tujuan pembangunan dan kestabilan Nasional.

Untuk menjaga kekuasaanya Soeharto menggunakan kombinasi antara KOERSI bagi mereka yang menentangnya, namun juga IMBALAN bagi mereka yang setia.

Demi melakukan pembangunan, Pemerintah memberikan hak khusus dari segi pinjaman, hak tanah dan hak impor bagi sekelompok elit bisnis atau yang biasa disebut sebagai kroni untuk melebarkan bisnis mereka.

Tak jarang keuangan Negara digunakan untuk kepentingan pribadi dari Soeharto maupun Kroninya.

Korupsi di Indonesia Dari Masa ke Masa | Korupsi pt. 2

Sumber Artikel : HIPOTESA

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Posts

7 Sepeda Keren dan Luar Biasa Super Cepat

Sepeda itu merupakan salah satu kendaraan yang sering dijadikan alat untuk berolahraga, selain itu Sepeda juga sering dijadikan kendaraan transportasi kan.? Selain...

9 Tas Futuristik Dengan Fitur Canggih

Backpack ataupun ransel merupakan tas yang memudahkan saat kamu melakukan berbagai aktivitas mulai dari sekolah, kuliah, bekerja hingga travelling. Semua kegiatan tersebut...

14 Sarang Burung Paling Indah Dan Unik Di Dunia

Tanpa kamu sadari hewan-hewan di sekitar kita berbakat menjadi arsitek, lho!. Hal ini terbukti dari sarangnya yang memiliki desain keren dan mengagumkan...

Penemuan Misterius Tak Masuk Akal Ditemukan Arkeologi

Beberapa penemuan terkadang terlalu janggal untuk dijelaskan, walaupun mungkin perlu waktu yang cukup lama. Terkadang bahkan berabad-abad lamanya untuk menjelaskannya. Bayangkan jika...
loading...

Salut! Penjual Lontong Sayur Ini Bagikan Dagangannya secara Gratis untuk Bantu Warga

Di tengah kesulitan ekonomi akibat mewabahnya virus Corona, seorang penjual lontong sayur keliling di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan justru membagikan...

Update Terbaru Covid-19 di Kota Malang per 2 April 2020

Berikut ini infografis tentang persebaran Covid-19 Update di Kota Malang per 2 April 2020 : ODP (Orang Dalam Resiko)...

Info Terkini Tentang Covid-19 di Kota Malang

Berikut adalah informasi tentang info terkini Covid-19 di kota Malang per 31 Maret 2020 :

Keren!! Sadar Takut Bawa Virus Corona, Buruh Migran Asal India Isolasi Diri Di Pohon Saat Pulang Kampung

Sebanyak tujuh buruh dari Chennai, pulang kampung di Bengal Barat, di tengah kebijakan lockdown oleh pemerintah India. Tujuh orang...

Covid-19 Sudah Menyebar Ke Berbagai Provinsi Di Indonesia

Ibu Kota Jakarta memang menjadi pusat sebaran virus Corona, namun sulit dipungkiri virus jenis baru ini menjadi masalah hampir diseluruh Provinsi di...

Kumpulan Meme Work From Home karena Pandemic Corona

Karena wabah virus Corona, membuat beberapa perusahaan memberlakukan para karyawannya untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). membuat sebagian netizen...

Meme Imbauan Tetap Di Rumah Bikin Jiwa Manusiawi Netizon Meronta-ronta

Banyak dari netizen di media sosial membagikan meme himbauan untuk tetap di rumah dengan kreatif namun ada pula yang kocak. Berikut ...
loading...