Beranda News Bagaimana jika kita dilahirkan di luar angkasa

Bagaimana jika kita dilahirkan di luar angkasa

Semenjak astronot pergi keluar angkasa 60 tahun yang lalu telah lebih dari 500 orang melucur ke atmosfer bumi. Mereka hidup dan bekerja di luar angkasa pada waktu yang berbeda.

Tapi tahu gak kamu disana tuh gak ada yang melahirkan bayi bukan?

Bagaimana jika kita adalah bayi antariksa pertama yang dibawah ke stasiun antariksa pertama dan bagaimana tubuh kita berkembang dalam gravitasi micro dan apakah kita dapat beradaptasi di planet bumi. Hmm ada banyak sekali pertanyaan yah di sini.

Nah kali ini kita akan membahas bagaimana jika kita dilahirkan di luar angkasa.

Apa perbedaan di lahirkan di bumi dengan dilahirkan di luar angkasa?

Pertama pada stasium luar angkasa tidak memiliki gravitasi.

Sebenarnya gravitasi di stasiun luar angkasa international sekitar 90% sekuat gravitasi di bumi. Jadi kenapa kita melihat astronot melayang di dalammnya. Apa mereka tidak takut jatuh ke bumi?

Gravitasi di bumi menarik satelit luar angkasa ke bawah, tetapi satelit berputar sangat cepat pada kecepatan yang sama di permukaan bumi yang berputar di bawahnya. Stasiun luar angkasa terus menerus tertarik di bumi tetapi tidak akan pernah jatuh bebas. Inilah yang disebut dengan gravitasi macro yang membuat astronot mengapung.

Jadi bagaimana rasanya dilahirkan tanpa bobot ?

Sebelum kita sampai ke bagian kelahiran mari kita buat istilah seperti ini,

Tidak ada yang pernah berhubungan badan di luar angkasa bukan, Apa lagi membuat bayi, jadi jangan mikirin yang aneh aneh yah.

Jika itu terjadi maka akan menjadi dokumentasi yang sangat luar biasa.

Kedua susah untuk berhubungan badan

Mungkin aliran darah kamu gak akan sekencang di bumi saat berhubungan badan. Bahkan untuk membuat pasangan berkeringat saja akan memakan waktu yang sangat lama. Sangat tidak mungkin kan untuk melakukan hubungan badan tanpa adanya rangsangan?

Ketiga ada banyak sekali radiasi di luar angkasa

Radiasi yang membuat air Spermatozoid itu jadi semakin sedikit, Bahkan menyebabkan Infertilitas yakni ketidak mampuan secara biologis dari pasangan suami istri untuk menghasilkan keturunan.

Seperti apa perubahan kondisi luar angkasa yang akan mempengaruhi perkembangan embrio manusia tersebut? Tapi mari kita bayangkan jika seorang Ibu hamil tiba di stasiun ruang angkasa untuk melahirkan. Perjalanan luar angkasa saja sudah cukup sulit sekali baginya. Ditambah lagi mendorong bayi keluar dari tubuhnya saja sudah sangat susah.

Jika sudah berhasil dalam persalinan, lingkungan gravitasi rendah akan mempengaruhi system tubuh termasuk perkembangan otot dan pengelihatan.

Ketika astronot bekerja di stasium ruang angkasa kepadatan tulang mereka akan berkurang 1% perbulan karena bergerak di luar angkasa gak membutuhkan banyak sekali tenaga.

Oleh karena itu banyak sekali astronot yang kehilangan kekuatan ototnya Ketika mendarat di bumi. Lagian gak ada cara untuk memaksa bayi berjalan di treadmill kan agar otot-ototnya terbentuk?, gak mungkin lah yah.

Yang pasti, jika ada bayi yang lahir di luar angkasa mungkin akan mengalami kecacatan, jantungnya akan lemah karena gak mampu melawan gravitasi bumi, lalu ada radiasi luar angkasa yang memungkinkan resiko seperti kanker, disfungsi jantung dan system saraf pusat serta masalah penglihatan.

Keempat jika bayi beranjak dewasa

Nah jika untuk pertama kalinya bayi yang tumbuh dan berkembang di luar angkasa ini pulang ke bumi. Ia enggak  akan bisa berjalan normal ataupun menyeimbangkan tubuhnya, layaknya bayi yang baru lahir. Dirinya harus beradaptasi di lingkungan baru, entah itu berjalan atau berinteraksi dengan orang-orang bumi.

Itulah tadi penjelasan mengenai apa jadinya jika kita lahir di statiun luar angkasa.

Kita mungkin bisa mempredisi apakah dapat memiliki bayi di luar angkasa atau tidak, Namun Intinya nih jika  berhubungan badan di luar angkasa akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan bayi yang  dilahirkan akan beresiko tinggi terkena radiasi dari luar angksa yang dapat menimbulkan penyakit otak, termasuk saraf dan kanker, bahkan bisa menghilangkan nyawa.

Artikel ini telah tayang di oyimedia.com

RELATED ARTICLES

BAGAIMANA KONDISI ITALIA DILIHAT DARI LETAK GEOGRAFISNYA

Kamu pasti sudah gak asing mendengar pepatah “banyak jalan menuju Roma” tapi apakah kamu tahu jika pepatah itu berasal dari Italia yang...

BAGAIMANA KONDISI RUSIA DAN LETAK GEOGRAFISNYA

Rusia adalah negara yang sangat luas Membentang 17,13 juta km² yang melintasi 11 zona waktu yang berbeda, perbatasannya berada mulai dari Norwegia...

Menengok Fakta dan Sejarah Orang Eskimo di Kutub Utara

Eskimo menjadi sebuah kelompok masyarakat dengan masing-masing anggota yang berkerabat dekat. Orang Eskimo juga merupakan elemen utama dalam populasi asli penduduk di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

BAGAIMANA KONDISI ITALIA DILIHAT DARI LETAK GEOGRAFISNYA

Kamu pasti sudah gak asing mendengar pepatah “banyak jalan menuju Roma” tapi apakah kamu tahu jika pepatah itu berasal dari Italia yang...

BAGAIMANA KONDISI RUSIA DAN LETAK GEOGRAFISNYA

Rusia adalah negara yang sangat luas Membentang 17,13 juta km² yang melintasi 11 zona waktu yang berbeda, perbatasannya berada mulai dari Norwegia...

Menengok Fakta dan Sejarah Orang Eskimo di Kutub Utara

Eskimo menjadi sebuah kelompok masyarakat dengan masing-masing anggota yang berkerabat dekat. Orang Eskimo juga merupakan elemen utama dalam populasi asli penduduk di...

Burung-burung ‘Elang Api’ dengan Sengaja Bakar Hutan di Australia

Panasnya Suhu udara di Australia yang cukup ekstrem akhir-akhir ini memicu kebakaran lahan di Negeri Kanguru. Selain mengatasi masalah...